3 Industri Terbukti Jual Gula Rafinasi ke Pasar

Ditulis pada 29 September 2017 - 21:34

[RAKYAT MERDEKA, 29 September 2017 - Halaman 14] 

Pemerintah diam-diam mengawasi isu merembesnya gula rafinasi di pasar umum. Selama semester 1-2017, Kemendag berhasil menyita 21,3 ton komoditas tersebut sekaligus mengungkap pelakunya. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mamma mengatakan barang bukti tersebut didapatkan dari berbagai toko dan pedagang pasar. "Berdasarkan hasil pengawasan, gula rafinasi yang diamankan berasal dari tiga pelaku industri mamin di Ciawi," ujar Syahrul. Pemusnahan dilakukan mengikuti amanah UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Permendag Nomor 74 Tahun 2015 tentang Perdagangan Antar Pulau. Pemusnahan gula tersebut disaksikan juga oleh Sekjen Kemendag Karyanto Suprih dan perwakilan pelaku usaha. Selain gula, Kemendag juga membakar daging beku sudah kedaluwarsa sebanyak 47,9 ton. Pada kesempatan ini pemusnahan hanya dilakukan 2 ton gula dan 2 ton daging untuk sisanya nanti akan dimusnahkan oleh pelaku usaha. Kemendag sudah memberikan sanksi terhadap tiga perusahaan yang melakukan pelanggaran. Kemendag telah memerintahkan produsen menghentikan pasokan gula rafinasi pada pelaku industri yang merembeskan gula rafinasi ke pasar. Syahrul kecewa dengan masih maraknya peredaran gula rafinasi di pasar. Padahal seharusnya peruntukan gula rafinasi hanya untuk kebutuhan industri saja, bukan untuk diperjualbelikan di tingkat konsumen akhir. Karyanto meminta pengusaha lain tidak mengulangi kejadian yang sama. "Ini pesan kepada pelaku usaha bahwa janganlah main-main dengan ketentuan," ujar Karyanto.