300 Ribu Ton Gula Rafinasi Bocor

Ditulis pada 29 September 2017 - 21:30

[REPUBLIKA, 29 September 2017 - Halaman 15] 

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengungkap rata-rata 300.000 ton gula rafinasi bocor ke pasar setiap tahunnya. Padahal, gula rafinasi adalah gula khusus yang diperuntukkan industri makanan dan minuman, bukan untuk konsumsi masyarakat. Kemendag, Kamis (28/9), telah memusnahkan 21,4 ton gula rafinasi yang diperoleh dari hasil pengawasan pada peredaran gula industri tersebut di pasar. Ada tiga perusahaan makanan dan minuman, sengaja membocorkan gula rafinasi ke pasar. Mulai 8 Januari 2018 mendatang, Kemendag telah menetapkan bahwa gula rafinasi hanya boleh diperjualbelikan lewat mekanisme lelang. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, mekanisme lelang ini memungkinkan tata niaga gula rafinasi menjadi lebih transparan. “Sekarang persoalannya adalah transparan. Perusahaan A beli, kita tahu belinya berapa banyak, dengan harga berapa. Sehingga tahu biaya produksinya,” ujar Mendag. Mendag memastikan, pengusaha tidak akan merugi dengan adanya sistem baru dalam tata niaga gula rafinasi ini. Mendag juga optimistis, mekanisme lelang akan menutup celah bocornya gula rafinasi yang selama ini cukup masif. Sebab, data penjual dan pembeli akan tercatat sehingga dapat dipantau.