Lelang Gula Rafinasi Tunggu Perpres

Ditulis pada 29 September 2017 - 21:28

[KORAN SINDO, 29 September 2017 - Halaman 17] 

Pemerintah tetap akan menerapkan aturan baru terkait perdagangan gula kristal rafinasi (GKR) melalui pasar lelang komoditas, sebagai bentuk perhatian kepada UKM. Penundaan waktu pelaksanaan GKR dari semula 1 Oktober 2017 menjadi 8 Januari 2018 telah diputuskan dalam rapat koordinasi antara Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi mengatakan ada beberapa pertimbangan dari penundaan tersebut. “Kita sepakati sebaiknya lelang ini diundur dulu sampai ada 2 hal, yaitu terbitnya Peraturan Presiden dan ada peningkatan jumlah UKM yang mendaftar sebagai peserta lelang” ujar Bachrul. Adanya Perpres akan bisa memberikan kekuatan lebih pada ketentuan baru terkait lelang GKR tersebut. Perpres tersebut merupakan tindak lanjut UU No 7/2014 tentang Perdagangan dimana dimandatkan untuk membuat Perpres dalam kaitan penataan, pembinaan dan pengembangan pasar lelang. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memahami terbitnya Permendag tersebut sebagai upaya pengelolaan gula konsumsi rumah tangga dan mendukung IKM. Namun Apindo memandang peraturan itu justru tidak akan menjawab permasalahan bahkan menambah masalah baru. Industri akan terpukul karena adanya penambahan rantai birokrasi, kompleksitas penyediaan bahan baku yang berujung pada tidak efisiennya jalur suplai bahan baku.