Perusahaan Makanan-Minuman Dituding

Ditulis pada 29 September 2017 - 21:26

[KORAN TEMPO, 29 September 2017 - Halaman 17] 

Kemendag mengklaim sebanyak 21,3 ton gula rafinasi untuk industri diperdagangkan di pasar hingga semester I 2017. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mamma menuding, perusahaan makanan dan minuman membocorkan komoditas yang perdagangannya diatur itu. Kemarin, Kamis (28/9), Kemendag memusnahkan gula kristal rafinasi dan daging beku yang kedaluwarsa. 21,3 ton gula rafinasi berbagai merek serta 47,9 ton daging beku tak layak konsumsi dibakar di kantor Kemendag. "Gula itu ditemukan merembes ke pasar," ujar Syahrul. Pelakunya, 3 perusahaan yang berlokasi di Bogor dan Ciawi. Kemendag telah menghukum dengan tidak memberi pasokan gula. "Kuota gulanya bakal diserahkan ke perusahaan lain yang membutuhkan," ujar Syahrul. Menurut Kepala Bappebti Bachrul Chairi, ada perusahaan makanan dan minuman yang menjual gula rafinasi ke pasar. "Itu sudah lama. Biasanya dilakukan perusahaan yang tidak berstatus perusahaan terbuka," ujar Bachrul. Produsen gula yang memiliki izin impor gula mentah juga tak jarang kedapatan menjual bebas gula rafinasi buatannya. Sekjen Kemendag, Karyanto Suprih memastikan bakal menyetop izin impor gula mentah bila produsen kedapatan melanggar. "Semua ada aturannya," ujar Karyanto.