Waduh! Pangan Kedaluwarsa Masih Ditemukan

Ditulis pada 16 Juni 2017 - 13:19

 [OKEZONE, 16 Juni -12.00 WIB] 

PONOROGO – Produk pangan kedaluwarsa dan produk camilan tanpa label menjadi temuan penting bagi Tim Gabungan Pemantau Makanan dan Minuman Pemkab Ponorogo saat menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pusat perdagangan. Produk kedaluwarsa yang pertama kali ditemukan adalah saus kemasan botol dari salah satu merek terkenal di salah satu kios pedagang racangan di Pasar Legi Songgolangit, Ponorogo. Saat diperiksa oleh Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Sudjarno yang memimpin langsung sidak, diketahui saus tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa hingga Juni 2017 atau bulan ini.

 “Tadi kita ingatkan pedagang yang mengambil barang dari home industry atau dikirim dari pabrik besar agar memerhatikan label kedaluwarsanya. Mungkin nanti setelah Lebaran, para pedagang akan kita kumpulkan untuk diarahkan lagi soal hal-hal seperti ini. Kalau perlu ditolak,” ujar Sudjarno di sela sidak. Temuan lain dari sidak yang dilaksanakan perwakilan dari Dinas Perdagkum, Dinkes, Bulog, Polres, serta instansi lain ini adalah kemasan makanan tanpa label, termasuk label kedaluwarsa. Makanan camilan yang biasa disajikan sebagai hidangan Lebaran ini dikemas dalam bentuk plastik besar. Ketiadaan label ini dikhawatirkan membuat pedagang tidak mengetahui kualitas dan keamanan pangan tersebut, termasuk dari sisi kedaluwarsanya.

“Sebetulnya tidak banyak yang kedaluwarsa, hanya satu buah yang jelas kedaluwarsa, yaitu saus. Kita akan minta pedagang lebih rutin mengecek label. Lagi pula kan bisa dikembalikan sehingga tidak merugikan pedagang dan konsumen juga,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rahayu Kusdarini. Rahayu Kusdarini berencana akan segera memberikan pengarahan kepada para pedagang untuk berani menolak pangan dan bahan pangan yang tidak memiliki label, apalagi tidak dilengkapi keterangan tentang tanggal kedaluwarsanya.

 

“Sebagian besar makanan grosir berasal dari luar Ponorogo. Agar sama-sama aman, kita minta pedagang berani menolak makanan tanpa label. Harapannya, pemasok akan memberi label kalau mau jualan di sini,” ujarnya. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo Addin Andanawarih mengatakan, sidak kali ini merupakan upaya memantau stok pangan, kualitas, serta tingkat keamanan pangan yang beredar di tengah masyarakat menjelang Lebaran. “Untuk stok aman, harga cenderung stabil, bahkan ada yang turun. Banyak barang baru juga masuk ke pasar ini sebab kan banyak yang terbakar ya kemarin itu. Soal kedaluwarsa tadi, ya akan kita beri pengarahan,” ujarnya.

Sidak dilaksanakan kemarin juga menjadi ajang curhat bagi para pedagang pasar yang menjadi korban kebakaran. Kepada Sudjarno, para pedagang menanyakan pembangunan gedung pasar yang baru sebagian pengganti lokasi telah menjadi abu. Mereka berharap pembangunan pasar segera dilaksanakan agar bisa lebih leluasa dalam berdagang.

Link :

http://economy.okezone.com/read/2017/06/16/320/1717697/waduh-pangan-kedaluwarsa-masih-ditemukan