Antisipasi Tingginya Harga, Kemendag Amankan Gula Milik Distributor Untuk Potong Rantai Distribusi

Ditulis pada 20 Mei 2020 - 16:30

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyatakan bahwa Kemendag telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tingginya harga dan kelangkaan stok gula di pasaran terutama dalam rangka menghadapi kebutuhan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. “Periode Bulan Oktober 2019 sampai dengan Bulan Mei 2020, Kemendag telah menerbitkan izin impor raw sugar untuk diolah menjadi gula konsumsi, izin impor gula konsumsi, dan penugasan realokasi raw sugar gula industri menjadi gula konsumsi, sebagai langkah untuk menjamin pasokan dan stabilisasi harga gula nasional.” ujar Mendag

Menteri Perdagangan juga menyampaikan berdasarkan temuan Kemendag, salah satu penyebab tingginya harga gula di pasaran karena rantai distibusi yang terlalu panjang. “Berdasarkan hasil pengawasan yang kami lakukan, rantai distribusi gula ini terlalu panjang, bisa 4 (empat) atau 5 (lima) distributor sebelum gula sampai ke pengecer, sehingga berbagai upaya Pemerintah untuk menambah pasokan gula dalam rangka menekan tingginya  harga gula menjadi kurang efektif. Bahkan ditemukan distribusi gula ke D3 dan D4 sampai dengan lintas Provinsi dengan harga yang sudah mencapai Rp. 13.000/kg dan masih harus melewati mata rantai agen dan pengecer sebelum sampai kepada konsumen sehingga harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen sulit tercapai” jelas Agus.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN), Veri Anggrijono menjelaskan bahwa upaya pengamanan yang dilakukan, bertujuan untuk memberi efek jera bagi pelaku usaha yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak wajar. “Langkah pengamanan yang kami lakukan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang melakukan praktik-praktik kecurangan, terlebih dalam kondisi darurat Covid-19 sekarang ini. Gula ini akan kami lepas langsung ke pengecer, terutama yang ada di pasar tradisional sehingga dapat memotong jalur distribusi yang tidak wajar, sehingga masyarakat mendapatkan gula dengan harga yang tidak melebihi HET Rp. 12.500/kg.” pungkas Veri

Dirjen PKTN menyampaikan komitmen Kemendag dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap segala pelanggaran yang menyebabkan kelangkaan dan tingginya harga gula di pasar. “Kemendag bersinergi dengan Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk pelanggaran dalam kegiatan perdagangan dan akan memberikan sanksi yang tegas bagi siapapun yang melanggar.“ imbau Veri.