Lawan COVID-19: Kemendag Salurkan Bantuan Kemendag Peduli Kepada Pemerintah Tangerang Selatan

Ditulis pada 10 Juni 2020 - 21:26

covid-19-tangerang-selatan

Tangerang Selatan, 9 Juni 2020 – Kementerian Perdagangan kembali menyalurkan bantuan alat kesehatan dan donasi uang tunai dari program “Kemendag Peduli” untuk tenaga medis dan kesehatan dalam membantu Saudara-Saudara kita yang masih berjuang melawan COVID-19 di Indonesia. Kali ini, bantuan sosial Kementerian Perdagangan oleh diwakil Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina dan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono yang menyerahkan bantuan  pelindung diri (APD), alat kesehatan, barang pokok, dan sejumlah dana untuk wilayah Tangerang Selatan di Kantor Walikota Tangerang Selatan, pada Selasa (9/6).

Bantuan diterima langsung Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Acara juga dihadiri oleh Sekretaris Ditjen PKTN Chandrini Mestika Dewi,
Inspektur I Fajarini Puntodewi.

“Untuk mendukung tenaga medis di garis depan, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan terus memperkuat tim kesehatan Indonesia dengan bantuan APD dan alat kesehatan, bantuan sembako serta sejumlah dana. Insya Allah ini semua dapat sedikit membantu perjuangan para tenaga medis di Kota Tangerang Selatan,” ujar Irjen Srie dalam sambutannya.

covid-19-tangerang-selatan

Dikatakan Srie Agustina, Kementerian Perdagangan telah membentuk satuan tugas “Kemendag Peduli” atas inisiasi para pegawai untuk membantu menanggulangi pandemi COVID-19 di Indonesia. Bantuan donasi “Kemendag Peduli” ini telah disalurkan ke beberapa provinsi yang merupakan zona merah pandemi COVID-19 antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, termasuk yang dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan juga telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanggulangan COVID 19. Salah satu wujud bantuan sosial Kemendag adalah memberikan bantuan alat dan sarana kesehatan untuk pedagang dan pembeli di 157 pasar rakyat di seluruh Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp5,4 miliar. Khusus, untuk Provinsi Banten dialokasikan untuk 12 pasar rakyat dan untuk Kota Tangerang Selatan telah didistribusikan ke tiga pasar rakyat yakni Pasar Serpong, Pasar Modern BSD, dan Pasar Ciputat.

Srie Agustina mengungkapkan, Pemerintah saat ini fokus menangani dan mengendalikan pandemi COVID-19, namun agenda-agenda strategis di bidang-bidang mendasar dan berdampak besar bagi kehidupan rakyat tidak boleh berhenti dan harus terus berjalan, seperti di bidang perdagangan.

covid-19-tangerang-selatan

COVID-19 sangat berdampak pada unit-unit usaha kecil, salah satunya para pedagang di pasar rakyat. Jumlah pedagang diperkirakan dapat menurun sebesar 29%, sementara omzet rata-rata pedagang menurun sebesar 39%.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan terus mendorong beroperasinya pasar rakyat dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Pengelola pasar, pedagang, dan pembeli harus disiplin dalam mentaati dan mengimplementasikan dan mematuhi SOP Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Pasar harus terus buka dan beroperasi, pedagang harus tetap berdagang, petani tetap menyalurkan hasil panennya ke pasar, dan masyarakat membutuhkan bahan kebutuhan pokok untuk melanjutkan hidupnya sehari-hari,” jelas Srie.

covid-19-tangerang-selatan

Ditekankan Srie, Kementerian Perdagangan juga telah mempersiapkan pembukaan kembali aktivitas perdagangan dalam tatanan kehidupan baru yang dilakukan dengan beberapa langkah strategis. Pertama melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku bisnis. Kedua, Menyusun SOP protokol kesehatan dalam pembukaan aktivitas perdagangan di era tatanan kehidupan baru dan menerbitkan Surat Edaran Menteri Perdagangan. Ketiga, mempersiapkanbahan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat. Keempat, melakukan evaluasi persiapan pembukaan aktivitas perdagangan di era tatanan kehidupan baru.

“Strategi ini akan dilakukan dengan membuka aktivitas perdagangan secara bertahap dan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, pembatasan jam dan kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung, serta penyusunan SOP di tempat-tempat kegiatan perdagangan melalui mitigasi risiko,” terangnya.

covid-19-tangerang-selatan

Srie melanjutkan, Kementerian Perdagangan telah menginformasikan kepada seluruh Gubernur/Bupati/Walikota perihal Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan No. 12 Tahun 2020 tanggal 28 Mei 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan di Sektor Perdagangan. Di dalam Surat Edaran tersebut diatur SOP protokol kesehatan pasar rakyat, ritel modern, toko swalayan, supermarket, hypermart, pusat perbelanjaan/department store, restoran/rumah makan/warung makan dan kafe, toko obat/farmasi dan alat kesehatan, restoran di rest area diperbolehkan secara terbatas, serta pedagang kaki lima (PKL) dan aktivitas perdagangan lainnya, seperti warteg.

Menurut Srie, pada masa COVID-19 ini, tidak mungkin aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian sehingga menyebabkan banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya dan kebangkrutan perusahaan, sehingga aktivitas ekonomi secara nasional berhenti total.

“Diharapkan ‘new normal’ ini dapat menjadi titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat Indonesia agar dapat beraktivitas kembali dan menjalankan roda perekonomian sekaligus tetap melawan ancaman COVID-19 dengan secara disiplin menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat,” terangnya.

covid-19-tangerang-selatan

Perlu ada koordinasi dan kolaborasi yang kuat dari Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penerapan new normal di bidang perdagangan untuk menanggulangi dampak ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat.

Kebijakan ‘new normal’ di bidang perdagangan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin dari seluruh elemen masyarakat sebagai antisipasi wabah masih ada di lingkungan sekitar kita sehingga aktivitas ekonomi diperbolehkan beroperasi hanya dengan protokol kesehatan yang telah diterapkan.

“Oleh karena itu, kepada seluruh warga kota Tangerang Selatan dihimbau agar tetap mematuhi aturan pemerintah dalam melaksanakan PSBB. Mari tetap memenuhi segala anjuran tentang kesehatan: jaga jarak saat beraktivitas, rajin mencuci tangan, kenakan masker serta berbelanjalah secukupnya karena pemerintah menjamin ketersedian barang pokok dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.