Gula Petani di Jawa Barat Disegel

Ditulis pada 23 Agustus 2017 - 20:52

[KOMPAS, 23 Agustus 2017 - Halaman 22] 

Petani tebu di Jawa Barat semakin terpukul. Setelah dihantam rendahnya harga jual gula, kini ribuan ton gula petani pun belum bisa dijual karena masih dalam pengawasan Kemendag untuk uji Standar Nasional Indonesia (SNI). Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Barat, Agus Safari mengatakan, ribuan kg gula petani belum dapat terjual karena masih disegel Kemendag. Penyegelan itu berupa pemasangan garis kuning milik Ditjen Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag yang mengelilingi gula petani di Pabrik Gula (PG) Sindanglaut dan PG Tersana Baru, Kabupaten Cirebon. Penyegelan berlangsung sejak sepekan terakhir. Pihaknya memperkirakan terdapat sekitar 20.000 ton gula petani di kedua PG tersebut yang berada dalam pengawasan Kemendag. “Penyegelan ini katanya untuk menguji apakah gula petani sesuai dengan kategori SNI atau tidak. Padahal, selama ini tidak pernah ada pemeriksaaan seperti ini. Komplain dari konsumen juga tidak ada,” ujar Agus. Ketua Dewan Perwakilan Cabang APTRI di PG Sindanglaut, Rasim Agus juga mempertanyakan penyegelan oleh Kemendag. Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi karena banyak gula petani belum terjual.