Gula Petani Disegal Kemendag

Ditulis pada 22 Agustus 2017 - 20:47

[REPUBLIKA, 22 Agustus 2017 - Halaman 16] 

Para petani tebu di Kabupaten Cirebon mengeluhkan sikap Kemendag. Ribuan ton gula hasil produksi para petani disegel Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag karena dinilai tak memenuhi kualitas SNI. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Barat menduga, penyegelan yang didahului dengan penilaian secara mendadak itu terindikasi untuk memuluskan peredaran gula impor rafinasi. "Petani gula saat ini sedang terpuruk, malah kini gulanya disegel. Ibaratnya sudah jatuh, tertimpa tangga pula," ujar pengurus APTRI Jabar, Agus Safari. Tumpukan gula rafinasi juga ditemukan di gudang distributor di Kota Cirebon. Menyikapi hal tersebut, ratusan petani tebu sempat menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Cirebon dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, awal Agustus. Berselang beberapa hari setelah aksi itu, gula petani yang ada di dua pabrik gula disegel Kemendag dengan alasan kualitasnya tidak sesuai SNI. Alasan Kemendag menyegel gula petani karena kualitasnya tak sesuai SNI patutdipertanyakan. "Selama bertahun-tahun tidak pernah ada pengecekan kualitas gula petani dari pihak Kemendag," ujar Agus. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Syahrul Mamma membenarkan Kemendag telah menyegel gula petani di Cirebon. Gula tersebut sudah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. "Kalau tidak sesuai SNI, ya tidak bisa dijual," ujar Syahrul.