Kemendag Sidik Produsen

Ditulis pada 18 Agustus 2017 - 20:41

[BISNIS INDONESIA, 14 Agustus 2017 - Halaman 30] 

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mamma mengatakan, Kemendag melakukan penyelidikan terhadap peredaran gula konsumsi di pasaran yang diduga tidak sesuai dengan standar serta kelayakan konsumsi. Kemendag telah mengambil contoh hasil produksi pabrik gula di Malang dan Situbondo, Jawa Timur, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. “Diambil sampel untuk kita lihat apakah kondisinya sesuai atau tidak karena sudah ada laporannya,” ujar Syahrul. Saat ini, sedang dilakukan pengecekan melalui laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. “Kalau tidak sesuai maka kita akan ingatkan pabrik gula tersebut. Namun, jika barang itu sudah diedarkan, maka akan berlaku UU Perlindungan Konsumen,” ujar Syahrul. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, Kemendag juga akan menindak hasil produksi gula pabrik BUMN yang kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi. Apabila terbukti tidak sesuai dengan standar SNI dan melanggar UU Pangan, akan dilakukan penindakan secara hukum. “Kami kan enggak bisa mendiamkan begitu saja karena kualitas produksi oleh pabrik gula BUMN jauh dari pabrik gula swasta,” ujar Mendag. Di sisi lain, Mendag telah meminta kepada produsen gula rafinasi untuk menyerap hasil produksi petani lokal.