Satgas Impor Kudu Segera Bergerak

Ditulis pada 24 Juli 2017 - 20:35

[RAKYAT MERDEKA, 24 Juli 2017 - Halaman 7] 

Impor tekstil dan produk tekstil ilegal pada tahun lalu diperkirakan mencapai 310.000 ton dengan nilai mencapai Rp 16 triliun. Satgas impor kudu segera bergerak. Sekjen Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, jumlah tersebut didapat dari selisih antara total konsumsi masyarakat pada tahun lalu sebesar 1,86 juta ton dikurangi penjualan produk lokal di pasar domestik sebesar 1,4 juta ton dan impor produk jadi legal 151.000 ton. "Hitungan berdasar analisis kami memperkirakan setiap bulan sekitar 1.000 kontainer barang impor ilegal masuk ke pasar domestik. Barang yang diselundupkan berupa serat, benang. kain, dan garmen," ujar Redma. Dukungannya kepada pemerintah dalam upaya menertibkan produk impor ilegal dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan pelaku bisnis domestik. Impor ilegal adalah masalah klasik yang harus dihadapi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) demi mempertahankan pasar domestik. Barang impor ilegal sebagian besar masuk dengan cara impor borongan dan rembesan Kawasan Berikat. "Ada pula yang separuhnya bertindak nakal dengan cara under invoicing, under pricing, dan pelarian kepada HS yang bea masuknya 0%," ujar Redma.