Tidak Sesuai SNI, Gula PTPN XI Disegel

Ditulis pada 19 Agustus 2017 - 20:44

 MEDIA INDONESIA, 19 Agustus 2017 - Halaman 13] 

Kemendag menyegel sekitar 3.400 ton gula kristal putih (GKP) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. Gula tersebut diamankan karena tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dirjen Perlindungan Konsumen danTertib Niaga (PKTN) Kemendag Syahrul Mamma menyebut gula-gula itu merupakan hasil produksi pabrik gula (PG) Panji Situbondo, Jawa Timur, milik PTPN XI. Gula yang diamankan berwarna kecokelat-cokelatan sehingga dianggap tidak memenuhi standar. "Baru minggu ini (diamankan) dari PG Panji Situbondo," ujar Syahrul. Pengamanan terhadap gula PTPN XI berawal dari laporan masyarakat. Gula-gula yang diduga tidak layak konsumsi itu ditemukan di pasar wilayah Jawa Timur dan kemudian ditarik Kementerian Perdagangan. Namun, belum bisa memastikan ke mana saja gula tersebut telah beredar. "Mengenai peredarannya masih dalam penelusuran," ujar Syahrul. Saat ini, pihak Direktorat Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan tengah melakukan uji lab terhadap sampel dari 3.400 ton GKP milik PTPN XI. Pemerintah tidak mengambil seluruh gula tersebut dan meninggalkannya di gudang milik PTPN XI dengan segel 'Dalam Pengawasan Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan'. Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mendesak Kemendag melacak asal-usul gula tersebut. Gula bermutu rendah itu bisa saja berasal dari tebu petani atau bagian dari 114.000 ton gula mentah impor yang diolah PTPN IX, PTPN X, PTPN XI dan RNI.